Rabu, 20 Agustus 2025, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) UGM menyelenggarakan Info Day 2025 yang ditujukan bagi mahasiswa baru program sarjana. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari acara serupa di tingkat program studi (Arsitektur maupun PWK) yang sebelumnya menjadi bagian dari PPSMB UGM: Pionir Kesatria 2025. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan akademik, budaya belajar, dan komunitas yang akan menjadi rumah mereka selama beberapa tahun ke depan.
Localinsa adalah organisasi penggiat local tourism yang berbasis di Seoul, berfokus pada pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan pelestarian identitas kawasan. Hubungan antara Localinsa dengan mahasiswa KKA UGM 2025 mendapat bantuan melalui dosen Arsitektur UGm yang sudah terjalin sejak masa studi S3-nya di Seoul, melalui kolaborasi di berbagai proyek ekowisata yang menekankan keberlanjutan lingkungan, keterlibatan warga lokal, dan penguatan nilai-nilai budaya.
Dalam rangkaian Kuliah Kerja Arsitektur (KKA) 2025, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan CEO Localinsa, Jeon Seo Eun, kepada mahasiswa S1 Arsitektur DTAP UGM. Jeon Seo Eun hadir sebagai pembicara tamu dengan membawakan kuliah bertema inclusive space in cities, yang membahas bagaimana perencanaan ruang kota dapat mengakomodasi keberagaman dan mendorong keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Setelah kuliah, beliau memandu mahasiswa peserta KKA Seoul 2025 dalam tur lapangan ke kawasan Ikseondong sebuah distrik bersejarah di pusat kota Seoul yang berhasil dihidupkan kembali melalui revitalisasi kreatif tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Pada 4 Agustus 2025, Dosen Arsitektur UGM, Ibu Odilia Renaningtyas Manifesty, S.T., MA(UD), Ph.D. memenuhi undangan dari Department of Architecture, Korea University. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan internasional DTAP UGM yang bertujuan memperkuat jejaring akademik, memperluas peluang kolaborasi, dan memperkaya pengalaman akademik dosen maupun mahasiswa di tingkat global.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Odilia terlibat langsung dalam beberapa agenda akademik strategis. Salah satunya adalah menguji tesis mahasiswa program magister (S2) di bidang arsitektur. Proses ujian ini menjadi wadah untuk bertukar perspektif akademik lintas negara, sekaligus mengapresiasi penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa internasional.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta untuk menata kawasan sekitar Kali Code. Kegiatan ini menjadi bagian dari Studio Perencanaan Kawasan semester ganjil tahun akademik 2025/2026, yang melibatkan mahasiswa sebagai perencana muda untuk merancang masa depan salah satu ikon kota tersebut. Kolaborasi ini memberikan nilai strategis bagi kedua belah pihak: pemerintah kota terbantu dalam penyusunan masterplan yang terintergasi dan berbasis kajian akademis, sementara akademisi di UGM, khususnya mahasiswa PWK mendapatkan kesempatan belajar dari kasus nyata. Mahasiswa dapat melibatkan para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan kasus serta menguji keterampilan teknis dan sosial mereka.
Transportasi yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan adalah salah satu pilar utama kemajuan bangsa. Menyadari peran strategis sektor ini dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup, pemerintah tengah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Transportasi Nasional. RUU ini diharapkan mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang transportasi sebagai penggerak target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%.
Untuk menyempurnakan naskah akademik dan draf RUU tersebut, Dr. Tri Mulyani Sunarharum, akademisi Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, sekaligus perwakilan Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI), memberikan masukan strategis. Masukan tersebut disampaikan dalam konferensi daring pada Kamis, 7 Agustus 2025, mulai pukul 13.00 WIB. Kehadiran akademisi dalam proses perumusan kebijakan ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sekolah seharusnya bukan hanya tempat untuk belajar, melainkan ruang tumbuh yang menyenangkan, aman, dan mendukung setiap anak mencapai potensinya. Apalagi dengan diterapkannya program wajib belajar 13 tahun, sekolah benar-benar menjadi rumah kedua bagi anak-anak Indonesia. Menyikapi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan menyusun desain model sarana dan prasarana pendidikan yang terbaru, sebuah langkah penting menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan manusiawi.
23 Juli 2025 – Dr. Yori Herwangi, S.T., M.URP., menjadi narasumber dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Institut Sumber Daya Dunia, atau lebih dikenal dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia, lembaga penelitian yang dikenal dengan pendekatan “Count It, Change It, and Scale It” dalam setiap risetnya. Acara ini berlangsung secara daring melalui Zoom, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Bu Yori memaparkan materi bertajuk Dasar-dasar Penelitian Kuantitatif: Pengumpulan Data dan Analisis. Pemaparan diawali dengan pengenalan metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mix method, mencakup karakteristik serta tipe masing-masing pendekatan. Setelah itu, Bu Yori mengulas lebih dalam tentang metode analisis kuantitatif, yang meliputi statistik deskriptif dan inferensial. Beliau juga menjelaskan penggunaan statistik univariat, bivariat, dan multivariat, disertai contoh kasus konkret untuk mempermudah pemahaman peserta.
Bagaimana kita merawat warisan dunia yang masih hidup? Bukan hanya dengan mengaguminya, tapi dengan memahaminya secara utuh, dan itulah yang dilakukan dalam kegiatan ini.
Yogyakarta, kota dengan warisan budaya yang mendalam, kembali menjadi sorotan dunia internasional. Keberadaan sumbu kosmologi Yogyakarta dan landmark bersejarah di sekitarnya menjadi titik penting perhatian UNESCO. Untuk memperkuat pemahaman dan upaya konservasi kawasan ini, UGM-UNESCO Chair in Heritage Cities Conservation and Management, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, Kanki Laboratory, dan Jogja Heritage Society, menyelenggarakan The 2nd International Field School on The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks: Conservation and Management of The Buffer Zones. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 14 Juli 2025 dan mengambil tempat di beberapa lokasi penting: Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan FT UGM, Balai Kota Yogyakarta, empat kelurahan dalam kawasan buffer zone (Kadipaten, Patehan, Panembahan, Ngupasan), dan sepanjang sumbu kosmologi Yogyakarta.
Di tengah maraknya isu kesehatan mental di kota-kota besar, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah kota kita benar-benar dirancang untuk manusia?
20 Juli 2025—Menjawab keresahan itu, Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., dosen sekaligus peneliti dari Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik UGM, menggugah kesadaran publik dalam forum diskusi nasional bertajuk Transforming Cities Through Intergenerational Resilience: Integrating Eco-Wellbeing and Social Equity as Pathways to Sustainability. Acara yang diinisiasi oleh I AM OKAY X UNA Indonesia ini berlangsung melalui Zoom dan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang disiplin yang memiliki perhatian pada pembangunan kota berkelanjutan.
Pada Selasa, 16 Juni 2025, enam mahasiswa Arsitektur Angkatan 2024, Program Magister Program Studi Arsitektur (PMPSA) UGM yang mengikuti mata kuliah Studio 2 dalam kelompok KBK Desain Arsitektur melaksanakan presentasi final untuk hasil penelitian yang telah dilakukan selama proses pembelajaran. Setiap mahasiswa telah melakukan penelitian selama satu semester di bawah bimbingan para dosen KBK Desain Arsitektur, yaitu Prof. Ir. Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU; Diananta Pramitasari, S.T., M.Eng., Ph.D.; Syam Rachma Marcillia, S.T., M.Eng., Ph.D.; Mario Lodeweik Lionar, S.T., M.Sc., Ph.D.; dan Odilia Renaningtyas Manifesty, S.T., MA(UD)., Ph.D. Pelaksanaan presentasi final dan pembelajaran mata kuliah ini turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals, yaitu dalam bidang pendidikan berkualitas (SDG 4); industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9); serta kota dan pemukiman yang berkelanjutan (SDG 11).