Pada Jumat, 13 Februari 2026, mahasiswa Studio Rancang Kota Eksplorasi Komprehensif turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tata Ruang Kawasan Rendah Emisi (KRE) Jeron Beteng. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Prof. Ikaputra dan Prof. Bambang Hari Wibisono, serta diinisiasi oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM. FGD ini menjadi bagian integral dari proses pembelajaran, di mana kawasan Jeron Beteng diangkat sebagai objek tugas studio, sehingga mahasiswa dapat terlibat langsung dalam dinamika perencanaan kawasan nyata.
Kegiatan FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan terkait yang memiliki peran dalam pengembangan kawasan. Forum ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis untuk merumuskan arah penataan kawasan Jeron Beteng yang selaras dengan prinsip pembangunan rendah emisi. Pembahasan mencakup upaya pelestarian nilai budaya kawasan, penguatan sistem mobilitas berkelanjutan, serta integrasi kebijakan dan desain ruang yang responsif terhadap tantangan lingkungan dan perkotaan. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses kolaboratif dalam perencanaan kota yang melibatkan berbagai aktor.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga mencerminkan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goal 3, Sustainable Development Goal 4, Sustainable Development Goal 11, dan Sustainable Development Goal 13. Pengembangan kawasan rendah emisi berperan dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa. Selain itu, pendekatan yang diusung dalam FGD ini sejalan dengan upaya menciptakan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Artikel ini merupakan reproduksi dari:



