Dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Deva Fosterharoldas Swasto, menjadi salah satu narasumber dalam Diskusi Pengembangan Alternatif Model Hunian Vertikal untuk Kawasan Permukiman di Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kota Yogyakarta.
Diskusi tersebut membahas kebutuhan pengembangan alternatif hunian vertikal di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan hunian di Kota Yogyakarta. Sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi, Kota Yogyakarta memiliki tingkat kepadatan yang relatif tinggi. Di sisi lain, data backlog kepenghunian menunjukkan bahwa 29,72% rumah tangga di Kota Yogyakarta belum menempati rumah milik sendiri, sehingga penyediaan hunian menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan kota.
Forum ini turut mengidentifikasi berbagai prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengembangan hunian vertikal, mulai dari keterjangkauan dan integrasi dengan pusat aktivitas kota hingga penyediaan ruang komunal yang dapat mendukung interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pembahasan melibatkan berbagai perangkat daerah, akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, serta organisasi profesi di bidang arsitektur dan perencanaan.
Keterlibatan akademisi dalam forum lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan hunian yang tidak hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga responsif terhadap konteks sosial dan perkotaan Yogyakarta. Upaya tersebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Berita oleh Rindi Dwi Cahyati
Disadur dari berita Bappeda Kota Yogyakarta, “Pokja PKP Kota Yogyakarta Bahas Strategi Pengembangan Hunian Vertikal Berkelanjutan”
