Dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D., menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Dokumen Rencana Tata Ruang yang membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2023–2043 serta Strategi Pengembangan Wilayah Satuan Ruang Strategis (SRS) Kasultanan dan SRS Kadipaten Tahun 2023–2043. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (25/5) di Ruang Rapat Adhikari, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DISPERTARU) DIY.
Berita
Dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Ir. Ar. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch., IAI., AA., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan International Collaborative Studio (ICS) 5.0 Tahun 2026. Kegiatan internasional ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Arsitektur Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan The University of Western Australia (UWA).
Pada kesempatan tersebut, Adi Utomo Hatmoko menyampaikan materi bertajuk “Designing a Student Hub” yang membahas pentingnya perancangan ruang komunal mahasiswa sebagai bagian integral dari lingkungan kampus. Materi ini menyoroti bagaimana student hub tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penunjang akademik, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi, interaksi sosial, kreativitas, dan pengembangan komunitas mahasiswa.
Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Pelepasan Calon Wisudawan/Wisudawati Program Studi Sarjana Arsitektur dan Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) untuk periode Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan siap melanjutkan langkah profesional maupun akademik selanjutnya.
Pada periode ini, Program Studi Sarjana Arsitektur melepas sebanyak 4 calon wisudawan/wisudawati yang telah mengikuti yudisium pada 30 Januari 2026 dan 20 April 2026. Seluruh lulusan memperoleh predikat Sangat Memuaskan (SM) dengan IPK rata-rata 3,27. IPK tertinggi pada periode ini diraih oleh Kurnia Faliandra Wijaya dengan IPK 3,40. Sementara itu, masa studi tercepat ditempuh oleh Nuha Mehrunisa dalam waktu 4 tahun 8 bulan, dan lulusan termuda pada periode ini adalah Shanata Alfika Nugrahani dengan usia 22 tahun 7 bulan.
Dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Adi Utomo Hatmoko bersama tim berhasil meraih kemenangan dalam Sayembara Desain AAS International Hospital yang berlokasi di Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pengumuman pemenang sayembara tersebut disampaikan pada akhir April 2026.
Melalui karya bertajuk “AAS International Hospital: Infinity in Harmony – Healing, Smart Living, and Human Well-being”, tim menghadirkan gagasan rumah sakit terpadu yang memadukan fungsi layanan kesehatan, hunian, hospitality, serta ruang komersial dalam satu kawasan modern yang terintegrasi. Konsep ini dikembangkan dengan menempatkan kenyamanan dan kesejahteraan pengguna sebagai fokus utama desain.
Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Syawalan 1447 H pada Senin, 30 Maret 2026. Acara ini berlangsung mulai pukul 10.30 WIB di Pendopo Tedjo Suminto DTAP FT UGM, dan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi seluruh keluarga besar DTAP.
Kegiatan Syawalan ini dihadiri berbagai unsur civitas DTAP, mulai dari pengurus departemen hingga keluarga besar yang telah purna tugas. Hadir dalam acara ini antara lain Ketua dan Sekretaris Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, tenaga pendidik aktif maupun yang sudah purna, tenaga kependidikan aktif dan purna, para asisten, serta keluarga besar DTAP lainnya. Kehadiran lintas generasi ini mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang terus terjaga di lingkungan DTAP.
13 Februari 2026 – Program Studi Arsitektur Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah kegiatan 99% Abstraksi: Voice of The Village – Eko Prawoto yang diselenggarakan oleh Yayasan Eko Agus Prawoto (YEAP) bekerja sama dengan UGM, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY, serta OMAH Library. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid selama kurang lebih tiga jam dan diikuti oleh praktisi, akademisi, serta mahasiswa arsitektur dari berbagai daerah, baik secara luring maupun daring.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Krisna Thahja mewakili Yayasan Eko Agus Prawoto yang hadir secara langsung di lokasi. Selain itu, peserta juga menyimak sambutan dari Rinawati Adhypranata, istri mendiang Eko Prawoto, yang disampaikan melalui rekaman video. Sambutan tersebut menjadi momen reflektif yang mengingatkan kembali tentang sosok dan kontribusi Eko Prawoto dalam dunia arsitektur Indonesia.
Pada kuartal pertama tahun 2026, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas sebanyak 17 calon wisudawan dan wisudawati program sarjana. Terdiri atas 11 lulusan dari Program Studi Arsitektur dan 6 lulusan dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), pelepasan periode Februari 2026 ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Dari Program Studi Arsitektur, capaian akademik lulusan berada pada rentang IPK 3,10 hingga 3,70, dengan rata-rata IPK sebesar 3,42. Predikat IPK tertinggi diraih oleh Raihan Lazuardi Suyono (angkatan 2021) dengan IPK 3,70. Rata-rata masa studi lulusan adalah 4 tahun 11 bulan, dengan masa studi tercepat 4 tahun 1 bulan yang dicapai oleh Bening Putri Kasandra. Sementara itu, lulusan termuda pada periode ini adalah Chantal Maheeyaridy dengan usia 21 tahun 10 bulan.
Warid Zul Ilmi (Warid) adalah mahasiswa pertama dari Program Magister berbasis Riset atau Master by Research (MBR) di Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Ia bergabung di MPWK UGM pada Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 dengan antusiasme dan dedikasi yang besar terhadap penelitian sebagai saluran untuk memahami, menafsirkan, dan merespons berbagai masalah pembangunan perkotaan. Pada bulan Januari 2026, Warid berhasil lulus dari MPWK UGM dengan menyandang predikat Cumlaude.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat KBK Teknologi Bangunan, Program Studi Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gedongkiwo melaksanakan kegiatan Perencanaan Pariwisata Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan potensi wisata perkotaan berbasis Masyarakat dan budaya lokal melalui pendekatan perencanaan ruang dan arsitektur yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, rangkaian kegiatan meliputi pemetaan potensi wisata, observasi lingkungan permukiman, diskusi bersama warga dan instansi terkait, serta penyusunan konsep pengembangan pariwisata kawasan. Proses perencanaan ini melibatkan pengurus Pokdarwis, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Program Studi Arsitektur UGM. Kolaborasi ini menjadi ruang dialog antara masyarakat dan akademisi dalam merumuskan arah pengembangan wisata yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan lokal.
Inventarisasi dan dokumentasi merupakan bagian dari proses perencanaan kawasan pusaka dan menjadi dasar bagi pelestarian pusaka secara keseluruhan. Inventarisasi dan dokumentasi kawasan pusaka bertujuan untuk menghasilkan informasi pusaka yang ada di suatu kawasan, meliputi keberadaan pusaka dan dilengkapi deskripsi serta penilaian signifikansinya. Informasi pusaka yang telah disusun digunakan untuk mengambil keputusan dalam perencanaan.
Permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah bahwa masih banyak pusaka, baik alam, budaya, maupun saujana yang tidak terdokumentasi dengan baik atau bahkan belum terdokumentasi, sehingga banyak yang rusak dan bahkan hilang. Aset pusaka yang banyak dimiliki desa, termasuk desa-desa di Daerah Istimewa Yogyakarta juga menghadapi ancaman penurunan nilai-nilai keunggulannya karena kurangnya kepedulian masyarakat, dilupakan, dan banyaknya tekanan pembangunan yang dialami desa.
