• Portal UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Simaster
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Arsitektur Dan Perencanaan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi Misi
    • Peta Kampus
    • Sertifikat Akreditasi
    • Struktur Organisasi
    • Informasi Dosen & Staf
  • Aktivitas
    • Berita
    • Prestasi Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • P2MKA
    • Kegiatan Internasional
      • ICIAP
    • Kalender Akademik
  • Program
  • Fasilitas
    • Perpustakaan
      • Perpustakaan Pusat
      • Referensi Buku
    • Sistem Manajeman Safety, Health, and Environment (SHE)
  • Link
    • Universitas Gadjah Mada
    • Fakultas Teknik
    • Program Sarjana Arsitektur
    • Program Profesi Arsitek (PPAr)
    • Program Master Arsitektur
    • Program Doktor Arsitektur
    • Program Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota
    • Program Master Perencanaan Wilayah dan Kota
    • Program Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota
    • Program Master Rancang Kota
    • MBKM (0)
  • Akademik & Kemahasiswaan
    • Alumni
      • Layanan Legalisasi dan Translasi
      • KAGAMA UGM
      • Himpunan Alumni
    • Pengumuman
    • Persuratan
    • Informasi
    • Beasiswa
  • Beranda
  • Berita
  • UGM Turut Mendukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Desa Sade Pascakebakaran

UGM Turut Mendukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Desa Sade Pascakebakaran

  • Berita, SDGs, SDGs 11
  • 27 Agustus 2026, 13.40
  • Oleh: rindi.dwi.cahyati
  • 0

Permukiman di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dilalap si jago merah pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Kebakaran terjadi ketika warga setempat sedang beristirahat dan mengakibatkan ratusan rumah tradisional khas Suku Sasak terbakar. Tidak hanya bangunan dan tempat tinggal, barang-barang milik warga, termasuk kain tenun yang menjadi salah satu komoditas khas Desa Sade, turut terdampak dalam peristiwa tersebut.

Desa Sade merupakan salah satu desa adat di Indonesia yang dikenal sebagai destinasi wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Desa ini menyimpan kekayaan arsitektur tradisional Suku Sasak serta warisan budaya, baik dalam bentuk benda maupun takbenda, yang hingga kini terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Oleh karena itu, kebakaran yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian material bagi warga, tetapi juga menjadi ancaman terhadap keberlanjutan warisan budaya dan karakter arsitektur tradisional yang menjadi identitas Desa Sade.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Prof. Bakti Setiawan dan Prof. Ikaputra dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tergabung dalam Tim Tanggap Cepat UGM untuk Desa Sade. Tim ini bertugas melakukan damage assessment untuk mengidentifikasi kondisi dan tingkat kerusakan pascakebakaran, sekaligus menyusun master plan rehabilitasi dan rekonstruksi Desa Sade. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung proses pemulihan yang tidak hanya memperhatikan aspek fisik bangunan dan permukiman, tetapi juga mempertimbangkan nilai budaya serta karakter arsitektur tradisional Desa Sade.

Keterlibatan UGM juga diperkuat oleh peran jejaring alumni dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dua alumni Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) UGM, Sisca dan Ova, turut bergabung dalam Tim Universitas Mataram (Unram) untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi Desa Sade. Selain itu, Taufikurachman, yang memiliki pengalaman dalam perencanaan pembangunan daerah dan pengembangan infrastruktur di Kabupaten Lombok Tengah, turut berperan dalam mendukung proses penanganan dan pemulihan Desa Sade. Keterlibatan berbagai pihak dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta jejaring profesional ini menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi Desa Sade.

Keterlibatan UGM dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Desa Sade sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam upaya melindungi dan menjaga warisan budaya serta meningkatkan ketangguhan permukiman terhadap bencana. Proses pemulihan Desa Sade diharapkan tidak sekadar mengembalikan fungsi hunian yang terdampak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan arsitektur tradisional, identitas budaya, dan kehidupan masyarakat Suku Sasak sebagai warisan yang bernilai bagi generasi mendatang.

Berita oleh Rindi Dwi Cahyati

Tags: berita SDGs SDGs 11-Kota & Permukiman Berkelanjutan
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Fakultas Teknik

Universitas Gadjah Mada

Jln. Grafika No. 2 Yogyakarta, 55281, Indonesia

   archiplan@ugm.ac.id
   +62 (274) 580092
   +62 (274) 580854

KERJA SAMA

  • Kerja Sama Dalam Negeri
  • Alumni
  • Kerja Sama Internasional

LAYANAN

  • Pengumuman
  • Informasi
  • Alur Persuratan

LAINNYA

  • Pendaftaran Mahasiswa Baru
  • Beri Masukan atau Aspirasi
  • Pendataan Prestasi Mahasiswa

PELAPORAN

  • Whistleblowing System

© 2026 DTAP UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY