Pada tanggal 9 Oktober 2011, pengenalan pembelajaran mahasiswa PWK kembali dilaksanakan untuk pertemuan kedua. Acara pada hari Minggu ini difokuskan di studio perencanaan dan ruang K-4, yaitu materi studio dan keorganisasian. Tepat jam 9 pagi, acara dibuka oleh Ninda dan Lantika (PWK 2010) kemudian diisi oleh ketua acara Andre (PWK 2010). Selanjutnya, mahasiswa angkatan 2011 pindah menuju studio perencanaan untuk sharing materi tentang Coreldraw dan Google Earth mengenai traceing oleh para pemandu. Materi ini berlangsung hingga jam 12.30 dan disambung ishoma selama setengah jam. Acara terakhir minggu kedua ini diisi dengan materi keorganisasian diisi oleh Reza (PWK 2007) dan Malik (PWK 2009) dengan materi IMPI serta HMT PWK selama dua jam di ruang K-4. Mahasiswa angkatan 2011 diajak untuk berkenalan secara lebih dekat mengenai apa itu organisasi IMPI dan HMT PWK, sehingga diharapkan sebagai mahasiswa mereka juga dapat melatih soft skill mereka dalam organisasi yang terkait dengan perencanaan.
Berita
Telah dilaksanakan seminar enterpreneurs Senin, 7 November 2011 lalu di Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan (JUTAP) UGM. Seminar ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMT. PWK) yang diperuntukkan kepada seluruh mahasiswa JUTAP. Seminar tersebut dihadiri +/- 20 orang mahasiswa JUTAP dan diisi oleh salah satu mahasiswa PWK angkatan 2007 yang saat ini masih bergelut dengan skripsinya, Reza Taufik Hidayat. Seminar tersebut memiliki tema yang menarik berjudul “YANG MUDA YANG BEREMAS”.
Telah diadakan sebuah acara Makrab (Malam Keakraban) Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (T. PWK) UGM pada hari Minggu, 29-23 Oktober 2011 lalu. Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UGM (HMT PWK) UGM “Pramukya Arcapada” tahun 2011.
Acara ini merupakan program tahunan yang bertujuan untuk mengakrabkan seluruh warga (mahasiswa) T.PWK seluruh angkatan tanpa terkecuali, yakni dari tahun 2003-2011. Acara PLASMA tahun ini diselenggarakan di Kebun Buah Mangunan Imogiri yang dimulai pukul 18.30, berangkat dari Gedung Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan (JUTAP) secara bersama-sama.
Kegiatan pengenalan kampus kepada mahasiswa baru di UGM tidak hanya terbatas pada ospek fakultas, tapi juga dilakukan di jurusan masing-masing, terutama di jurusan teknik arsitektur dan perencanaan. Pada ospek jurusan tahun 2011 ini, KMTA bekerjasama dengan HMTPWK mengangkat judul “PERSPEKTIF” (PElatihan oRientasi arSitektur dan PErencanaan suKses dan kreaTIF). Kegiatan yang mempunyai hakekat sebagai ajang pengenalan dan pengakraban mahasiswa baru dengan lingkungan kampus. Nama PERSPEKTIF ini diambil karena kata perspektif adalah salah satu kosakata yang umum di dunia arsitektur dan perencanaan. Penamaan ini pun sudah dirumuskan sejak ospek jurusan tahun 2008 lalu.
KBRI Brussel menerimna informasi dari Vlaamse Interuniversitaire Raad-University Development Cooperation (VLIR-UOS) berupa penawaran beasiswa program Master (1-2 tahun) dan program pelatihan singkat (maks. 4 bulan) di perguruan-perguruan tinggi di Wilayah Flanders, Belgia untuk tahun ajaran 2012-2013.
Bruce Mitchell dkk (2000) dalam bukunya Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan secara khusus membahas sistem pengetahuan lokal pada salah satu subbab pembahasan. Menurutnya, konsep sistem pengetahuan lokal berakar dari sistem pengetahuan dan pengelolaan lokal atau tradisional. Masyarakat lokal, tradisional atau asli dapat ditemukan di setiap benua, di banyak negara. Definisi tentang masyarakat asli atau lokal cukup beragam. Walaupun demikian, beberapa elemen dasar biasanya termasuk antara lain : (1) Keturunan penduduk asli suatu daerah yang kemudian dihuni oleh sekelompok masyarakat dari luar yang lebih kuat, (2) Sekelompok orang yang mempunyai bahasa, tradisi, budaya, dan agama yang berbeda dengan kelompok yang lebih dominan, (3) Selalu diasosiasikan dengan beberapa tipe kondisi ekonomi masyarakat, (4) Keturunan masyarakat pemburu, nomadik, peladang berpindah, (5) masyarakat dengan hubungan sosial yang menekankan pada kelompok, pengambilan keputusan melalui kesepakatan, serta pengelolaan sumberdaya secara kelompok (Durning, 1992 : 8). Darning mencatat bahwa jika didasarkan atas bahasa lisan, manusia di muka bumi dapat dikelompokkan menjadi 6.000 budaya, yang mana 4.000 sampai 5.000 nya dapat dikategorikan lokal atau asli. Di Indonesia saja, setidaknya terdapat lebih dari dua ratus bahasa daerah.
Fakultas Teknik bekerjasama dengan Schlumberger Indonesia
mengadakan acara Kuliah Umum Dr. Subir K. Sanyal, President
and Manager of Reservoir Engineering Services,
GeothermEx, Inc., California, USA.
Acara dilaksanakan pada :
Hari/ Tanggal : Rabu, 19 Oktober 2011
Waktu : 10.00 s/d 12.00 WIB
Tempat : Ruang Sidang 2.1, Lantai 3,
Gedung Kantor Pusat Fakultas Teknik (KPFT) UGM
Acara : Kuliah Umum Dr. Subir K. Sanyal
(GeothermEx. Inc., California, USA)
Topik : “How to Minimize Resource Drilling Risks – an Industrial
Experienced Based Mitigation Approach”


