Sekolah seharusnya bukan hanya tempat untuk belajar, melainkan ruang tumbuh yang menyenangkan, aman, dan mendukung setiap anak mencapai potensinya. Apalagi dengan diterapkannya program wajib belajar 13 tahun, sekolah benar-benar menjadi rumah kedua bagi anak-anak Indonesia. Menyikapi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan menyusun desain model sarana dan prasarana pendidikan yang terbaru, sebuah langkah penting menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan manusiawi.
Ir. Ar. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch., IAI., AA., arsitek sekaligus dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada menjadi narasumber dalam Finalisasi Desain Model Sarana dan Prasarana Pendidikan yang diselenggarakan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rabu, 6 Agustus 2025 melalui Zoom Meeting. Dalam kesempatan ini, Pak Adi memaparkan berbagai materi terkait model sarana prasarana pendidikan.
Paparan dimulai dengan penjelasan tipe-tipe sekolah serta poin utama dalam setiap jenjang pendidikan. Setiap jenjang tentu memiliki kebutuhan tersendiri yang tidak bisa disamakan kompleksitasnya. Selanjutnya dijelaskan pula terkait masterplan fasilitas pendidikan yang secara umum dibagi menjadi dua kelompok: Rencana Pengembangan Akademik (RPA) dan Rencana Pengembangan Fisik (RPF).
Sebagai arsitek, tak lupa pemaparan terkait lahan dan massa sekolah menjadi bahasan yang penting. Syarat lahan sekolah dan massa bangunan diterangkan secara jelas dan menyeluruh. Contoh gubahan massa dan bentuk bangunan pada setiap jenjang sekolah pun dipaparkan lengkap dan komprehensif.
Yang terpenting dalam desain model sekolah adalah program ruangnya. Prinsip zonasi dan tata ruang dijelaskan oleh Pak Adi lengkap dengan pembahasan aksesibilitas dan keamanannya. Standar dan kebutuhan tiap ruang dijelaskan satu per satu, tentu saja termasuk dengan kebutuhan furnitur di dalamnya. Pada sesi ini, dipaparkan pula studi kasus lewat berbagai proyek yang pernah dikerjakan Pak Adi dan timnya. Melalui pembahasan semua materi Pak Adi, terjadilah diskusi dari berbagai pihak yang hadir hingga akhirnya menjadi rujukan dalam penyusunan desain model sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional, inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Dengan merancang sekolah yang aman, sehat, dan ramah bagi semua, kita tidak hanya membangun gedung, tetapi juga masa depan yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa.
Berita oleh Rindi Dwi Cahyati