Suasana haru menyelimuti Pendopo Tedjo Suminto, DTAP, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada Selasa, 25 November 2025. Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta 14 mahasiswa Program Studi Arsitektur secara resmi dilepas sebagai calon sarjana yang akan mengikuti prosesi wisuda pada keesokan harinya, 26 November 2025. Kegiatan pelepasan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, dimulai pukul 13.00 WIB, dihadiri oleh para mahasiswa bersama orang tua dan keluarga sebagai bentuk dukungan atas capaian akademik yang telah diraih.
Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) kepada para mahasiswa oleh pihak departemen. Momen ini menjadi simbol resmi berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa di bangku kuliah dan dimulainya fase baru sebagai lulusan perguruan tinggi. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang refleksi atas proses pembelajaran panjang yang telah mereka tempuh, baik di dalam maupun di luar kelas, termasuk keterlibatan dalam penelitian, praktik lapangan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dari sisi capaian akademik, para lulusan menunjukkan prestasi yang membanggakan. Di kedua prodi, predikat kelulusan terdiri atas kategori sangat memuaskan dan dengan pujian. Capaian lulusan Prodi Arsitekur, IPK tertinggi diraih oleh William Khan sebesar 3,81 dan rata-rata IPK sebesar 3,55. Sementara itu, di Program Studi PWK, IPK tertinggi dicatat oleh Olivia Muthia Hanicka Dhiya Ul-Haq yaitu 3,76 dan rata-rata IPK lulusan berada pada angka 3,57. Capaian ini mencerminkan mutu pembelajaran yang selaras dengan semangat SDG 4 (Quality Education), yakni memastikan pendidikan berkualitas dan mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

Dari segi masa dan usia kelulusan, lulusan Arsitektur mencatat rata-rata masa studi sebesar 4 tahun 3 bulan, dengan kelulusan tercepat diraih oleh 13 mahasiswa angkatan 2021 dalam waktu 4 tahun 1 bulan. Mahasiswa termuda dari program Arsitektur, yakni Nicholas Khrisna Nahumsukma dengan usia 21 tahun 10 bulan, sementara rata-rata usia lulusan Arsitektur adalah 23 tahun 7 bulan. Di Program Studi PWK, rata-rata masa studi mencapai 4 tahun 12 bulan, dengan kelulusan tercepat diraih Farrel Razan Yudhistira dalam waktu 3 tahun 11 bulan, serta lulusan termuda Keisha Khalila Mauristha yang berusia 21 tahun 4 bulan. Data ini menunjukkan kesiapan generasi muda untuk segera berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).

Lulusan PWK dengan IPK Tertinggi Periode November 2025
Melalui pelepasan ini, besar harapan agar para lulusan Arsitektur dan PWK mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh demi kemajuan lingkungan dan masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi profesional yang kompeten, tetapi juga insan yang peka terhadap isu sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Dengan bekal keilmuan dan nilai-nilai yang ditanamkan selama masa studi, para lulusan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan ruang hidup yang lebih inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan sesuai dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Berita oleh Rindi Dwi Cahyati





