Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dusun Nawungan bersama Tim Pengembangan Masyarakat Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UGM menyelenggarakan kegiatan Festival Dolanan dan Panorama Panen (Fesdolpan) dalam rangka Pemantapan Kepariwisataan Kawasan Agrowisata Edukasi di Perbukitan Nawungan pada 28-29 Juni 2025. Kegiatan tahun keempat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengembangkan Desa Binaan Nawungan sebagai destinasi agrowisata edukasi yang mandiri dan berbasis masyarakat. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pariwisata desa melalui kolaborasi antara masyarakat lokal, akademisi, dan pemerintah desa dalam menciptakan model pengembangan wisata yang berkelanjutan.
SDGs 1-Menghapus Kemiskinan
Yogyakarta, 15 Mei 2025 – Program Studi Sarjana PWK UGM berkolaborasi dengan Magister PWK UGM kembali mengadakan kuliah tamu secara daring pada Kamis, 15 Mei 2025 lalu yang berjudul “Tantangan Inovasi dalam Pembangunan Ekonomi Kota Yogyakarta”.
Kuliah tamu ini menghadirkan Agustin Wijayanti, S.Si., M.Ec.Dev., yang merupakan Kepala Bidang Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta. Kuliah tamu dimoderatori oleh Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., selaku dosen pengampu mata kuliah Ekonomi Kota. Kuliah ini diikuti oleh peserta mata kuliah Ekonomi Kota baik program sarjana maupun magister serta terbuka untuk masyarakat umum.
Pada hari Jumat (21/3), Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., IPU. menjadi dosen tamu dalam kegiatan Development Studies Immersion Program (DSIP) yang berlangsung Departemen Teknik Arsitektur dan Perencaan (DTAP), UGM. Acara tersebut merupakan bagian dari program Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS) yakni course program bagi mahasiswa universitas di Australia untuk menimba ilmu di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Tri Mulyani memberikan kuliah pada empat delegasi mahasiswa dari University of Queensland dan University of Sydney yang berpartisipasi dalam program DSIP. Melalui presentasi berjudul “Sustainable Development and the Environment”, Dr. Tri Mulyani menjelaskan permasalahan pembangunan di Indonesia serta ancaman kondisi global seperti perubahan iklim dan bencana alam. Beliau menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang berkontribusi pada pengurangan kemiskinan (SDGs 1), perencanaan kota yang berkelanjutan dan berketahanan terhadap bencana (SDGs 11), serta strategi mitigasi perubahan iklim yang terintegrasi dalam berbagai sektor (SDGs 13). Kemudian, Dr. Tri Mulyani memaparkan potensi yang dimiliki Indonesia dalam upaya meningkatkan resilensi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta manajemen bencana melalui perencanaan spasial yang sesuai dengan tujuan SDGs. Lebih lanjut lagi, terdapat roadmap dan strategi yang telah dan akan dilakukan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang tahan bencana (disaster resilient).
Jakarta, 18 Maret 2024 – Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D (Prof. Bobi) turut serta dalam Roundtable Discussion bertajuk Evolutionary Planning of the Capital Habitat 2045 (EPOCH 45). Acara ini diselenggarakan oleh Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama MARS Architects, Asian Development Bank, Van Eesteren-Fluck & Van Lohuizen Stichting, serta Kedutaan Besar Belanda. Acara ini berlangsung di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan.
EPOCH 45 merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari kuliah umum dan kompetisi yang membahas tentang pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Forest City—kota yang mengharmoniskan kehidupan urban dengan ekosistem alam. Dalam diskusi ini, Prof. Bobi berdialog dengan pembicara lain, seperti Prof. Bambang Susantono (UNDIP), Dr. Myrna Asnawati Safitri dan Mia Amalia, Ph.D dari Otorita IKN, Joris van Etten (Asian Development Bank), serta Prof. Stephen Cairns (Monash University). Acara ini dimoderatori oleh Dr. Neville Mars (MARS Architects) dan Prof. Wiwandari Handayani (UNDIP).