Penelitian yang mengkaji strategi pelestarian kompleks religi dan pendidikan era kolonial di Keuskupan Agung Semarang melalui pendekatan Historic Interpretation Strategy (HIS) berhasil dipublikasikan dalam jurnal internasional. Penelitian ini dimuat pada Social Sustainability in Economic, Social, and Cultural. Artikel lengkap karya Rosalia Rachma Rihadiani bersama Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D., IPU. (Promotor) dan Dr.Eng. Ir. Laretna Trisnantari Adishakti, M.Arch. (Ko-Promotor) dapat diakses lengkap melalui https://doi.org/10.18848/2325-1115/CGP/v22i01/63-86. Penelitian berjudul “Historical Collective Memory as a Strategy for Architectural Conservation in the Archdiocese of Semarang: A Case Study of Yogyakarta, Surakarta, Muntilan, Ambarawa, and Semarang” itu menekankan kajian bahwa pelestarian arsitektur tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik bangunan, tetapi juga memori kolektif, nilai sejarah, serta makna ruang yang terus berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, penelitian “The Role of Smart Homes Technology in Shaping Zillennial Housing Preferences in Jakarta Metropolitan Area, Indonesia” oleh Mewam Indra Z bersama Dr. Ir. Arif Kusumawanto, M.T., IAI., IPU. (Promotor) dan Dr. Eng. Agus Hariyadi, S.T., M.Sc. (Ko-Promotor) pun diterbitkan pada jurnal internasional. Penelitian yang membahas perkembangan hunian masa depan melalui pemanfaatan teknologi rumah pintar ini dimuat pada Architecture Research. Kajian ini mengeksplorasi bagaimana faktor sosial dan demografis memengaruhi penerimaan teknologi oleh generasi Zillennial di kawasan metropolitan Jakarta menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Artikel lengkap dapat diakses melalui https://rad.ort.edu.uy/items/a2b2d22f-e2e8-407f-a506-7f5e523a1d24/full.
Kedua penelitian tersebut menunjukkan keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian mengenai konservasi arsitektur mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya menjaga identitas dan keberlanjutan warisan budaya, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan strategi konservasi yang inovatif. Sementara itu, penelitian mengenai teknologi rumah pintar berkontribusi pada SDG 11 melalui pengembangan hunian perkotaan yang adaptif dan berkelanjutan, serta SDG 9 melalui inovasi teknologi dalam infrastruktur hunian. Kedua penelitian juga sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam memperkuat budaya riset, pengembangan keilmuan, dan kontribusi akademik mahasiswa doktor arsitektur.
Artikel ini merupakan reproduksi dari:
Penulis awal: Shafa Amalia Sukowati
Penyunting dan penyusun ulang: Rindi Dwi Cahyati



