Pada Kamis, 19 Juni 2025, mahasiswa Arsitektur Angkatan 2024 Program Magister Program Studi Arsitektur (PMPSA) UGM, yang mengikuti mata kuliah Studio 2 dalam kelompok KBK Teknologi Bangunan Arsitektur telah melaksanakan presentasi final. Para mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian yang sudah diselenggarakan dalam satu semester di bawah bimbingan para dosen dari KBK Teknologi Bangunan Arsitektur, yaitu Ir. Ar. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc., Ph.D., IAI.; Dr.Eng. Nedyomukti Imam Syafii, S.T., M.Sc.; Dr.Eng., Ar. Alexander Rani Suryandono, S.T., M.Arch., IAI.; dan Dr. Yani Rahmawati, S.T., M.T. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pendukung tercapainya Sustainable Development Goals dalam bidang pendidikan berkualitas (SDG 4); industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9); serta kota dan pemukiman yang berkelanjutan (SDG 11).
Berita
Bagaimana kita merawat warisan dunia yang masih hidup? Bukan hanya dengan mengaguminya, tapi dengan memahaminya secara utuh, dan itulah yang dilakukan dalam kegiatan ini.
Yogyakarta, kota dengan warisan budaya yang mendalam, kembali menjadi sorotan dunia internasional. Keberadaan sumbu kosmologi Yogyakarta dan landmark bersejarah di sekitarnya menjadi titik penting perhatian UNESCO. Untuk memperkuat pemahaman dan upaya konservasi kawasan ini, UGM-UNESCO Chair in Heritage Cities Conservation and Management, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, Kanki Laboratory, dan Jogja Heritage Society, menyelenggarakan The 2nd International Field School on The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks: Conservation and Management of The Buffer Zones. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 14 Juli 2025 dan mengambil tempat di beberapa lokasi penting: Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan FT UGM, Balai Kota Yogyakarta, empat kelurahan dalam kawasan buffer zone (Kadipaten, Patehan, Panembahan, Ngupasan), dan sepanjang sumbu kosmologi Yogyakarta.
Di tengah maraknya isu kesehatan mental di kota-kota besar, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah kota kita benar-benar dirancang untuk manusia?
20 Juli 2025—Menjawab keresahan itu, Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., dosen sekaligus peneliti dari Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik UGM, menggugah kesadaran publik dalam forum diskusi nasional bertajuk Transforming Cities Through Intergenerational Resilience: Integrating Eco-Wellbeing and Social Equity as Pathways to Sustainability. Acara yang diinisiasi oleh I AM OKAY X UNA Indonesia ini berlangsung melalui Zoom dan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang disiplin yang memiliki perhatian pada pembangunan kota berkelanjutan.
Pada Selasa, 16 Juni 2025, enam mahasiswa Arsitektur Angkatan 2024, Program Magister Program Studi Arsitektur (PMPSA) UGM yang mengikuti mata kuliah Studio 2 dalam kelompok KBK Desain Arsitektur melaksanakan presentasi final untuk hasil penelitian yang telah dilakukan selama proses pembelajaran. Setiap mahasiswa telah melakukan penelitian selama satu semester di bawah bimbingan para dosen KBK Desain Arsitektur, yaitu Prof. Ir. Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU; Diananta Pramitasari, S.T., M.Eng., Ph.D.; Syam Rachma Marcillia, S.T., M.Eng., Ph.D.; Mario Lodeweik Lionar, S.T., M.Sc., Ph.D.; dan Odilia Renaningtyas Manifesty, S.T., MA(UD)., Ph.D. Pelaksanaan presentasi final dan pembelajaran mata kuliah ini turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals, yaitu dalam bidang pendidikan berkualitas (SDG 4); industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9); serta kota dan pemukiman yang berkelanjutan (SDG 11).
Dalam upaya menjawab tantangan perubahan iklim dan efisiensi energi di kawasan tropis perkotaan, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada melakukan riset eksperimental yang berfokus pada pemanfaatan greenwall atau taman vertikal pada bangunan kampus. Penelitian berjudul “Effect of Greenwalls on Building Energy Use and Urban Heat Island: Insights from a Campus-Based Case Study on Facade Systems, Plant Performance, User Perceptions, and Social-Educational Impact” ini mengevaluasi secara mendalam performa taman vertikal yang terpasang pada fasad timur gedung tiga lantai Departemen, baik dari sisi teknis, lingkungan, hingga sosial-edukatif.
Mahasiswa Konsentrasi Desain Arsitektur Angkatan 2024, Program Magister Program Studi Arsitektur (PMPSA) UGM telah berhasil melaksanakan presentasi karya final Studio pada Senin, 16 Juni 2025. Dalam kegiatan ini, tiap mahasiswa mengikuti display dan pameran untuk mempresentasikan karyanya dari hasil pembelajaran mata kuliah Studio 1 Desain Arsitektur yang telah berjalan selama satu semester. Selama pembelajaran, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok tema, yaitu kelompok dengan tema “shadow” dan kelompok bertema “corner“. Terdapat tiga dosen yang membimbing para mahasiswa untuk mengembangkan kedua tema ini: Harry Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. (pembimbing tema “corner“); Dr.Eng. Alexander Rani Suryandono, S.T., M.Arch. (pembimbing tema “shadow“); dan Ar. Arief Isrefidianto, S.T., MAUD., IAI (pembimbing kedua tema). Pelaksanaan presentasi final Studio turut mengundang Ar. Linda Octavia, S.T., M.T., IAI (Universitas Kristen Duta Wacana) dan Dr. Ar. Jarwa Prasetya Sih Handoko, S.T., M.Sc., IAI (Universitas Islam Indonesia) untuk memberikan penilaian dan masukan atas karya para mahasiswa.
Praktisi profesional sekaligus dosen Arsitektur UGM, Ir. Adi Utomo Hatmoko, M. Arch., kembali menorehkan prestasi melalui karya rancangannya, Bali International Hospital. Karya tersebut berhasil meraih penghargaan dari IndoBuildTech sebagai karya arsitektural terbaik dalam kategori Hospital and Healthcare pada 4 Juli 2025. Penghargaan tersebut merupakan salah satu pengakuan atas keunggulan konsep, ketepatan perencanaan, serta kontribusi desain terhadap keberlanjutan dan kualitas hidup masyarakat.
Mendorong batasan ruang kelas dan lintas disiplin, sebuah mata kuliah kolaboratif revolusioner hadir untuk menjawab tantangan nyata dunia konstruksi masa depan. Program Studi Sarjana Arsitektur UGM menegaskan komitmennya dalam pendidikan arsitektur berkelanjutan melalui penyelenggaraan mata kuliah Sustainable Materials and Construction. Pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, Arsitektur UGM bekerja sama dengan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan atau Integrated Engineering dari Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Malaysia, membuka kursus singkat 3 SKS yang dimulai akhir Mei 2025. Kursus ini mengusung pendekatan revolusioner yang memadukan arsitektur, teknik sipil, dan teknologi ramah lingkungan untuk menjawab tantangan nyata dalam praktik konstruksi berkelanjutan. Inilah bentuk pendidikan yang tidak lagi sekadar membahas bangunan di atas kertas, tetapi juga memikirkan masa depan yang berkelanjutan—dari material yang digunakan hingga dampaknya terhadap lingkungan.
Upaya pencarian Solusi arsitektur berkelanjutan kini tak hanya difokuskan pada daratan, tetapi juga merambah ke wilayah pesisir dan laut. Menjawab tantangan ini, Program Studi Sarjana Arsitektur UGM bekerja sama dengan University of Nottingham Malaysia (UNM) dan Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) untuk menghadirkan mata kuliah pilihan kolaboratif bertajuk Floating Architecture. Mata kuliah ini diselenggarakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, dan dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap potensi kehidupan manusia di atas laut serta bagaimana arsitektur dapat memberikan Solusi berkelanjutan dalam konteks tersebut.
Mahasiswa Magister Arsitektur angkatan 2022, dari KBK Teknologi, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada, telah melaksanakan sidang tesis akhir di bulan Juni 2025. Mahasiswa tersebut adalah Ade Nurma Prasetyo, dengan judul tesis “Analisis Performansi Balkon sebagai Shading terhadap Energi Pendinginan dan Kenyamanan Visual pada Rumah Hunian Vertikal di Jakarta”.
Topik ini mengangkat isu tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SGD 9) dengan hasil dari penelitian menyatakan bawa peformansi balkon hunian vertikal yang berada di luar dengan kharakteristik HSA memiliki peformansi yang cukup baik dalam mengurangi konsumsi energi hingga 22% tetapi dengan tanpa merubah bentuk unit atau dalam penulisan ini disebut shape factor.


