• Portal UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Simaster
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Arsitektur Dan Perencanaan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi Misi
    • Peta Kampus
    • Sertifikat Akreditasi
    • Struktur Organisasi
    • Informasi Dosen & Staf
  • Aktivitas
    • Berita
    • Prestasi Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • P2MKA
    • Kegiatan Internasional
      • ICIAP
    • Kalender Akademik
  • Program
  • Fasilitas
    • Perpustakaan
      • Perpustakaan Pusat
      • Referensi Buku
    • Sistem Manajeman Safety, Health, and Environment (SHE)
  • Link
    • Universitas Gadjah Mada
    • Fakultas Teknik
    • Program Sarjana Arsitektur
    • Program Profesi Arsitek (PPAr)
    • Program Master Arsitektur
    • Program Doktor Arsitektur
    • Program Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota
    • Program Master Perencanaan Wilayah dan Kota
    • Program Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota
    • Program Master Rancang Kota
    • MBKM (0)
  • Akademik & Kemahasiswaan
    • Alumni
      • Layanan Legalisasi dan Translasi
      • KAGAMA UGM
      • Himpunan Alumni
    • Pengumuman
    • Persuratan
    • Informasi
    • Beasiswa
  • Beranda
  • Berita
  • Dalami Big Data Spasial dalam Perencanaan Wilayah dan Kota lewat Kuliah Tamu

Dalami Big Data Spasial dalam Perencanaan Wilayah dan Kota lewat Kuliah Tamu

  • Berita, Kegiatan, SDGs, SDGs 4, SDGs 9, SDGs10, SDGs16
  • 1 April 2026, 00.32
  • Oleh: rafaferdinansyahsupriyadi
  • 0

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada kembali membekali mahasiswanya dengan kepekaan terhadap tren teknologi keruangan masa kini. Dalam agenda kuliah tamu terbaru, PWK UGM menghadirkan Nugroho Purwono, M.URP., Peneliti Ahli Muda dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang membedah topik krusial bertajuk “Big Data Spasial dalam Perencanaan Wilayah & Kota: Metode dan Teknik Analisis Data”.

Nugroho membuka sesi dengan sebuah pemaparan mengenai sekitar 80% dari total data yang diproduksi oleh masyarakat saat ini pada dasarnya memiliki dimensi spasial. Entah itu berupa koordinat yang menempel secara otomatis (natively geocoded) dari perangkat kita, maupun metadata geografis dari aktivitas transaksi sehari-hari.

Namun, diskusi tidak hanya berhenti pada kecanggihan teknologi. Narasumber mengajak mahasiswa untuk kritis melihat sisi lain dari fenomena ini, yakni isu geosurveillance atau pengawasan tata kelola data. Beliau membedah konsep “data doubles“, di mana data pergerakan individu kerap dimanfaatkan untuk kepentingan komersial dan pengawasan. Hal ini memunculkan dilema di tengah masyarakat urban, di satu sisi ada kelompok yang privasinya terlalu terekspos secara personal, namun di sisi lain ada kelompok marginal yang justru “tidak dianggap” atau tidak terpetakan oleh sistem algoritma tata kota.

Satu pesan penting yang ditekankan oleh Nugroho kepada para calon perencana wilayah adalah soal etika profesi. Mahasiswa PWK masa kini memang wajib “melek data” dan mampu memanfaatkan crowdsourced data seperti OpenStreetMap maupun GeoAI. Meski begitu, seorang planner harus tetap tajam dan kritis terhadap konteks sosial, etika privasi, dan implikasi politik dari setiap model algoritma yang mereka gunakan sebagai dasar kebijakan publik.

Substansi dari kuliah tamu ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi data spasial dan penguasaan teknologi analitik masa depan bagi mahasiswa PWK. Selain itu, materi ini berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan Big Data spasial sebagai inovasi teknologi dalam merespons dinamika pembangunan. Pembahasan juga mendukung SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan menekankan pentingnya penggunaan data yang inklusif serta menghindari bias algoritma dalam perumusan kebijakan tata ruang. Selanjutnya, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) tercermin melalui pemanfaatan Big Data sebagai instrumen untuk menghasilkan perencanaan kota yang lebih presisi, adaptif, dan responsif. Terakhir, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pembahasan aspek etika, perlindungan privasi publik, keadilan akses informasi, serta transparansi dalam pengelolaan data spasial.

 

Artikel ini merupakan reproduksi dari:

https://pwk.archiplan.ugm.ac.id/after-report-kuliah-tamu-big-data-spasial-dalam-perencanaan-wilayah-dan-kota/

Penulis:  Jillan Sausan Amira

Penyunting: Rindi Dwi Cahyati

Tags: berita kegiatan SDGs SDGs 10-Berkurangnya kesenjangan SDGs 16-Perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh SDGs 4-Pendidikan Berkualitas SDGs 9-Industri Inovasi & Infrastruktur
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Fakultas Teknik

Universitas Gadjah Mada

Jln. Grafika No. 2 Yogyakarta, 55281, Indonesia

   archiplan@ugm.ac.id
   +62 (274) 580092
   +62 (274) 580854

KERJA SAMA

  • Kerja Sama Dalam Negeri
  • Alumni
  • Kerja Sama Internasional

LAYANAN

  • Pengumuman
  • Informasi
  • Alur Persuratan

LAINNYA

  • Pendaftaran Mahasiswa Baru
  • Beri Masukan atau Aspirasi
  • Pendataan Prestasi Mahasiswa

PELAPORAN

  • Whistleblowing System

© 2026 DTAP UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY