Dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Adi Utomo Hatmoko bersama tim berhasil meraih kemenangan dalam Sayembara Desain AAS International Hospital yang berlokasi di Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pengumuman pemenang sayembara tersebut disampaikan pada akhir April 2026.
Melalui karya bertajuk “AAS International Hospital: Infinity in Harmony – Healing, Smart Living, and Human Well-being”, tim menghadirkan gagasan rumah sakit terpadu yang memadukan fungsi layanan kesehatan, hunian, hospitality, serta ruang komersial dalam satu kawasan modern yang terintegrasi. Konsep ini dikembangkan dengan menempatkan kenyamanan dan kesejahteraan pengguna sebagai fokus utama desain.
Gagasan yang diusung berangkat dari filosofi Bugis, khususnya nilai-nilai masyarakat Bone yang menekankan kejujuran, prinsip hidup yang kuat, kerja keras, dan martabat pribadi. Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pendekatan arsitektur yang mengedepankan harmoni antara manusia, ruang, dan lingkungan binaan, sehingga tercipta kawasan yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki identitas lokal yang kuat.
Secara arsiteural, rancangan AAS International Hospital terdiri atas dua menara utama yang dihubungkan melalui podium bersama. Menara pertama difungsikan sebagai fasilitas rumah sakit dan ruang rawat inap, sementara menara kedua mengakomodasi fungsi hotel dan apartemen. Pada area podium, tim merancang ruang komersial berupa mall dan area publik yang menjadi penghubung antar fungsi dalam kawasan.
Tidak hanya menghadirkan integrasi fungsi, desain ini juga menawarkan pengalaman ruang yang mendukung proses pemulihan dan kualitas hidup pengguna. Pada bagian rooftop podium, tim menghadirkan healing garden dan fasilitas wellness sebagai ruang restoratif bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun pengunjung. Kehadiran ruang terbuka tersebut dirancang untuk menciptakan suasana yang lebih seimbang, nyaman, dan mendukung kesehatan mental maupun fisik pengguna kawasan.
Bangunan dirancang setinggi 14 lantai dengan tambahan satu lantai ground floor (GF) dan satu lower ground (LG). Selain itu, rancangan juga dilengkapi dengan sistem aksesibilitas yang komprehensif melalui integrasi transportasi darat, air, dan udara guna memastikan akses yang efisien, fleksibel, dan mudah dijangkau dari berbagai titik kota.
Keunggulan desain terletak pada kemampuannya menggabungkan fungsi kesehatan dan gaya hidup modern tanpa menghilangkan aspek human-centered design. Melalui pendekatan tersebut, rumah sakit tidak hanya dipandang sebagai fasilitas medis, tetapi juga sebagai ruang hidup yang adaptif, inklusif, dan mendukung kesejahteraan manusia secara menyeluruh.
Atas capaian tersebut, Adi Utomo Hatmoko dan tim berhasil memperoleh penghargaan sebagai pemenang sayembara beserta hadiah senilai ratusan juta rupiah. Prestasi ini menjadi salah satu kontribusi membanggakan DTAP FT UGM dalam pengembangan gagasan arsitektur dan desain kawasan yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada masa depan. Selain itu, gagasan yang diusung juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengembangan kawasan kesehatan terpadu yang berkelanjutan, inklusif, dan berpusat pada manusia.
Berita oleh Rindi Dwi Cahyati
