Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dusun Nawungan bersama Tim Pengembangan Masyarakat Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UGM menyelenggarakan kegiatan Festival Dolanan dan Panorama Panen (Fesdolpan) dalam rangka Pemantapan Kepariwisataan Kawasan Agrowisata Edukasi di Perbukitan Nawungan pada 28-29 Juni 2025. Kegiatan tahun keempat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengembangkan Desa Binaan Nawungan sebagai destinasi agrowisata edukasi yang mandiri dan berbasis masyarakat. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pariwisata desa melalui kolaborasi antara masyarakat lokal, akademisi, dan pemerintah desa dalam menciptakan model pengembangan wisata yang berkelanjutan.
SDGs 3-Kehidupan sehat dan sejahtera


Sabtu, 27 September 2025, Mahasiswa Magister Rancang Kota angkatan 6 melakukan kegiatan kuliah lapangan ke Tambaklorok, Semarang. Tambaklorok merupakan kampung nelayan terbesar di Semarang yang berbatasan dengan Laut Jawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari Matakuliah Perancangan Kawasan Tangguh Bencana, di bawah bimbingan Dr. Ardhya Nareswari dan Dr. Atrida Hadianti. Pada studi kasus ini mahasiswa diharapkan dapat memberikan gagasan rancang kawasan yang tangguh bencana dengan tetap mengakomodasi aktivitas masyarakat setempat.
Himpunan Mahasiswa Desain Interior (HMDI) Departemen Desain Interior ITS menyelenggarakan kegiatan Kelana pada Sabtu, 20 September 2025, bertempat di Gedung Ajiyasa Lt. 2 FSRD ISI Yogyakarta, Sewon, Panggungharjo, Bantul, DIY. Dalam kesempatan ini, Pak Adi hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi bertajuk “DESIGNING WELLNESS: Exploring Health Space in Architecture and Interior Design”.
Dalam pemaparannya, Pak Adi mengajak peserta memahami dasar-dasar perancangan rumah sakit yang mencakup proses desain, penyusunan masterplan, zoning, hingga konsep tata ruang untuk berbagai fasilitas kesehatan. Beliau menekankan bahwa rumah sakit bukan sekadar bangunan fungsional, melainkan juga ruang yang harus menghadirkan kenyamanan, keamanan, serta pengalaman penyembuhan bagi pasien, tenaga medis, maupun pengunjung.
“Rumah sakit bukan lagi sekadar tempat berobat, melainkan ruang hidup yang cerdas dan ramah lingkungan.” Kalimat itu seakan menjadi benang merah dalam workshop yang digelar Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Tengah. Acara berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025, di Hotel Grand Mercure, Solo Baru. Workshop ini mengangkat tema besar Transformasi Bisnis Rumah Sakit Indonesia di Era Perubahan yang relevan dengan tantangan fasilitas kesehatan masa kini.
Ir. Ar. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch., IAI., AA., hadir sebagai narasumber utama dalam acara tersebut. Beliau membawakan materi bertajuk Smart & Green Hospital yang memaparkan bagaimana rumah sakit dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Topik ini menjadi sorotan karena menggabungkan aspek keselamatan, teknologi, dan keberlanjutan dalam satu pendekatan desain.
Sekolah seharusnya bukan hanya tempat untuk belajar, melainkan ruang tumbuh yang menyenangkan, aman, dan mendukung setiap anak mencapai potensinya. Apalagi dengan diterapkannya program wajib belajar 13 tahun, sekolah benar-benar menjadi rumah kedua bagi anak-anak Indonesia. Menyikapi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan menyusun desain model sarana dan prasarana pendidikan yang terbaru, sebuah langkah penting menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan manusiawi.
Di tengah maraknya isu kesehatan mental di kota-kota besar, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah kota kita benar-benar dirancang untuk manusia?
20 Juli 2025—Menjawab keresahan itu, Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., dosen sekaligus peneliti dari Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik UGM, menggugah kesadaran publik dalam forum diskusi nasional bertajuk Transforming Cities Through Intergenerational Resilience: Integrating Eco-Wellbeing and Social Equity as Pathways to Sustainability. Acara yang diinisiasi oleh I AM OKAY X UNA Indonesia ini berlangsung melalui Zoom dan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang disiplin yang memiliki perhatian pada pembangunan kota berkelanjutan.
Praktisi profesional sekaligus dosen Arsitektur UGM, Ir. Adi Utomo Hatmoko, M. Arch., kembali menorehkan prestasi melalui karya rancangannya, Bali International Hospital. Karya tersebut berhasil meraih penghargaan dari IndoBuildTech sebagai karya arsitektural terbaik dalam kategori Hospital and Healthcare pada 4 Juli 2025. Penghargaan tersebut merupakan salah satu pengakuan atas keunggulan konsep, ketepatan perencanaan, serta kontribusi desain terhadap keberlanjutan dan kualitas hidup masyarakat.
Upaya pencarian Solusi arsitektur berkelanjutan kini tak hanya difokuskan pada daratan, tetapi juga merambah ke wilayah pesisir dan laut. Menjawab tantangan ini, Program Studi Sarjana Arsitektur UGM bekerja sama dengan University of Nottingham Malaysia (UNM) dan Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) untuk menghadirkan mata kuliah pilihan kolaboratif bertajuk Floating Architecture. Mata kuliah ini diselenggarakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, dan dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap potensi kehidupan manusia di atas laut serta bagaimana arsitektur dapat memberikan Solusi berkelanjutan dalam konteks tersebut.
Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch. selaku dosen Arsitektur Fakultas Teknik UGM sekaligus praktisi arsitek professional turut ambil bagian dalam Talk Series ARCH:ID 2025, pameran arsitektur tahunan yang dilaksanakan pada Minggu, 11 Mei 2025 di ICE BSD Tangerang. Dalam sesi yang berlangsung pada 14.30-15.30 WIB di Alun-alun 2 dengan tema “Design for Healing: Hospital & Healthcare Facility Design”, Pak Adi membagikan wawasan dan pengalamannya dalam merancang fasilitas kesehatan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Gelaran tersebut dihadiri berbagai praktisi, mahasiswa arsitektur, serta masyarakat umum dari berbagai daerah.
Pada tanggal 16–20 Mei 2025, mahasiswa Magister Rancang Kota angkatan ke-6 (2024 Gasal) melaksanakan kegiatan observasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari tahap co-creation tactical placemaking dalam mata kuliah Studio Eksplorasi Komprehensif. Kegiatan ini mengusung tema Perancangan Kawasan Rendah Emisi di Kawasan Pantai Sanur, di bawah bimbingan Dr. Ikaputra dan Prof. Bambang Hari Wibisono. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara WRI (World Resources Institute) Indonesia dan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.



