Yogyakarta, 31 Oktober 2025 – Program Studi Sarjana PWK UGM kembali mengadakan kuliah tamu dengan topik “Menuju Kawasan Industri yang Berkelanjutan: Konsep, Tata Kelola, dan Strategi Pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang “. Kuliah tamu ini digelar secara luring dan terbuka untuk umum di Gedung DTAP, UGM. Tidak hanya berupa kuliah tamu, tetapi kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) UGM dalam Company Visit X MKP Perencanaan Kawasan Industri.
SDGs 6-Air Bersih dan Sanitasi Layak
Yogyakarta, 24 Oktober 2025 – PWK UGM kembali menghadirkan kuliah tamu secara daring dengan mengundang Jelle Thery, MLA yang merupakan seorang Landscape Architect sekaligus Founder of Urban Nature. Kuliah tamu ini mengangkat topik “Integrated Water Resilience, Designing for Biodiversity, and Creating Happy Places for People (Forming Accessible Places Where Nature and People Finding A Balance)”
Jelle Thery membahas konsep arsitektur lanskap yang berpusat pada hubungan harmonis antara manusia dan alam. Isu utamanya menyoroti pentingnya Regenerative Design, yaitu pendekatan perancangan yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan, tetapi juga pada pemulihan ekosistem alam. Pendekatan ini mengintegrasikan pengelolaan air perkotaan (water resiliency), peningkatan keanekaragaman hayati (biodiversity), serta penciptaan ruang publik yang sehat dan membahagiakan (happy places). Dalam konteks ini, Jelle menyampaikan bahwa alam dipandang sebagai sistem yang saling terhubung dengan manusia, bukan sekadar latar belakang, sehingga desain harus menciptakan simbiosis antara keduanya.
Indonesia kembali menunjukkan peran pentingnya dalam diplomasi budaya internasional melalui kehadiran Dr. Eng. Ir. Laretna Trisnantari Adhisakti, M.Arch. (Bu Sita) sebagai keynote speaker dalam konferensi internasional Guarding Hometown – Learning Across Domain pada 31 Oktober 2025. Konferensi ini diselenggarakan berbarengan dengan Konferensi ke-48 Federasi Nasional Pelestarian dan Regenerasi Kota Pusaka Jepang (Machinami Hozon), yang untuk pertama kalinya digelar di luar Jepang sejak organisasi tersebut berdiri. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menandai berlanjutnya kontribusi aktif dalam mengembangkan pendekatan pelestarian yang lebih inklusif dan berbasis masyarakat.
Mahasiswa Studio Perencanaan Kawasan di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada berpartisipasi aktif dalam kegiatan perencanaan kawasan Sungai Code yang diselenggarakan oleh Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam merumuskan arah penataan kawasan Sungai Code secara terpadu. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa berkesempatan mengaitkan analisis akademik dengan kebutuhan dan dinamika perencanaan kawasan nyata di lapangan.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta untuk menata kawasan sekitar Kali Code. Kegiatan ini menjadi bagian dari Studio Perencanaan Kawasan semester ganjil tahun akademik 2025/2026, yang melibatkan mahasiswa sebagai perencana muda untuk merancang masa depan salah satu ikon kota tersebut. Kolaborasi ini memberikan nilai strategis bagi kedua belah pihak: pemerintah kota terbantu dalam penyusunan masterplan yang terintergasi dan berbasis kajian akademis, sementara akademisi di UGM, khususnya mahasiswa PWK mendapatkan kesempatan belajar dari kasus nyata. Mahasiswa dapat melibatkan para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan kasus serta menguji keterampilan teknis dan sosial mereka.
Perkembangan urbanisasi yang pesat di Asia Tenggara menuntut adanya pengelolaan air yang lebih berkelanjutan. Menjawab tantangan ini, PolyUrbanWaters hadir sebagai proyek penelitian dan pengembangan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Penelitian Republik Federal Jerman (BMBF). Program ini melibatkan institusi akademik, pemerintah daerah, lembaga pemerintah nasional, masyarakat sipil, dan sektor swasta dari Indonesia, Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, dan Jermanuntuk menerapkan pendekatan polisentris dalam pengelolaan air perkotaan.


