Suasana sejuk lereng Gunung Andong di Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, kini tak hanya menyuguhkan panorama indah khas pegunungan. Sejak beberapa tahun terakhir, kawasan ini juga menjadi laboratorium hidup bagi tim dosen Kelompok Keahlian Bidang Desain Arsitektur, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, yang konsisten mendampingi masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi wisata berbasis keberlanjutan. Program pengabdian yang telah berjalan sejak tahun 2022 ini kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
Melalui program bertajuk “Pengembangan Kawasan Wisata Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Tahap 4: Perancangan Area Wisata Pendakian di Gunung Andong”, tim KBK Desain Arsitektur, DTAP menitikberatkan kegiatan tahun 2025 pada penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pengembangan infrastruktur wisata pendakian, khususnya pembangunan shelter pendaki. Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya tiga tahun sebelumnya yang berfokus pada analisis potensi, penyusunan konsep wisata, dan perumusan rancangan awal infrastruktur wisata.
Tahun ini, hasil konkrit pengabdian diwujudkan melalui desain general shelter, yaitu fasilitas perlindungan sementara pengunjung saat mendaki gunung. General shelter dikembangkan dengan konsep multifungsi, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat atau berteduh, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas penunjang lain seperti shelter logistik atau warung kecil di area pendakian. Desain shelter ini menerapkan prinsip modular, yang memungkinkan replikasi di titik pendakian lain di masa depan, sekaligus mempermudah proses pembangunan dan perawatan.
Pendekatan desain yang diterapkan juga menonjolkan aspek keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Pemilihan material sengaja difokuskan pada bahan yang mudah ditemukan di sekitar lokasi, seperti baja hollow untuk rangka utama serta material lembaran tahan cuaca seperti spandek atau uPVC bergelombang untuk atap dan dinding. Dengan konstruksi sederhana namun tetap dengan hitungan struktur yang telah dirancang oleh ahli, proses pembangunan shelter yang aman nantinya diharapkan dapat dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat tanpa memerlukan keahlian teknis yang rumit. Hal ini sekaligus memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap fasilitas baru yang akan mereka gunakan.
Program pengabdian ini sejalan dengan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan potensi wisata yang membuka peluang ekonomi baru bagi warga; SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menciptakan infrastruktur wisata ramah lingkungan dan mudah diakses; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang tercermin dari kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas lokal.
Keberlanjutan program selama empat tahun ini menjadi bukti nyata komitmen DTAP FT UGM dalam mengintegrasikan keilmuan arsitektur dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui rancangan yang kontekstual, fungsional, dan berkelanjutan, tim dosen KBK Desain Arsitektur DTAP tidak hanya membangun fasilitas wisata, tetapi juga turut memperkuat pondasi ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat Desa Girirejo. Gunung Andong kini tidak hanya menjadi destinasi pendakian populer, tetapi juga simbol kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan semangat kebersamaan warga desa.
(Redaksi Tim PkM KBK DA DTAP)



