Pada Jumat, 13 Februari 2026, mahasiswa Studio Rancang Kota Eksplorasi Komprehensif turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tata Ruang Kawasan Rendah Emisi (KRE) Jeron Beteng. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Prof. Ikaputra dan Prof. Bambang Hari Wibisono, serta diinisiasi oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM. FGD ini menjadi bagian integral dari proses pembelajaran, di mana kawasan Jeron Beteng diangkat sebagai objek tugas studio, sehingga mahasiswa dapat terlibat langsung dalam dinamika perencanaan kawasan nyata.
SDGs 11
Pada kesempatan kuliah tamu kali ini, Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada menghadirkan Dr. Yetty Setiyaningsih, SP, M.Eng., selaku Kepala Bidang Ekonomi Prasarana dan Wilayah Kota Magelang. Beliau membawakan materi dengan topik “Mengenal Kota Magelang: Profil dan Isu Keruangan Aktual”.
Dalam paparannya, Dr. Yetty menyoroti berbagai dinamika pembangunan dan tantangan keruangan yang dihadapi oleh Kota Magelang saat ini. Sebagai kota dengan luas wilayah yang terbilang tidak terlalu luas, yakni sekitar 18,56 kilometer persegi, Kota Magelang dihadapkan pada keterbatasan lahan yang memicu tingginya angka alih fungsi lahan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah ancaman terhadap ketahanan pangan perkotaan akibat menurunnya tingkat produktivitas tanaman pangan. Hal ini semakin diperparah dengan tren alih fungsi Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), di mana sekitar 34,59% di antaranya telah berubah wujud menjadi lahan terbangun dan penggunaan lainnya.
Mahasiswa baru Magister Rancang Kota angkatan 9 telah melaksanakan kegiatan Matrikulasi Persiapan Studio Rancang Kota pada tanggal 2–6 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi tahap awal dalam memasuki proses pembelajaran di semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Kawasan Pusat Kota Salatiga dipilih sebagai objek studi dalam Studio Rancang Kota, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali secara langsung dinamika kawasan perkotaan yang memiliki karakter, potensi, dan tantangan tersendiri dalam konteks perancangan kota.
Pada Jumat, 6 Februari 2026, Program Magister Rancang Kota menyelenggarakan kuliah umum dalam rangka pembukaan semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni secara luring di Ruang Kuliah 1 Lantai 3 Sayap Utara DTAP FT UGM serta secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini terbuka untuk umum dan alumni, sehingga menjadi ruang berbagi pengetahuan yang tidak hanya terbatas pada sivitas akademika, tetapi juga menjangkau khalayak yang lebih luas.
Kuliah umum ini mengangkat tema “Designing Resilient Cities: Regenerative Planning with Nature-based Solution” dengan menghadirkan Anton Siura, founder sekaligus principal SIURA Studio, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Anton Siura menekankan pentingnya memahami karakter serta konteks alami lingkungan perkotaan sebagai dasar dalam proses perencanaan dan perancangan kota. Ia juga menyoroti pentingnya integrasi sumber daya air dan sistem alami dalam menghasilkan solusi rancang kota yang mampu menciptakan livable places yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan.
Warid Zul Ilmi (Warid) adalah mahasiswa pertama dari Program Magister berbasis Riset atau Master by Research (MBR) di Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Ia bergabung di MPWK UGM pada Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 dengan antusiasme dan dedikasi yang besar terhadap penelitian sebagai saluran untuk memahami, menafsirkan, dan merespons berbagai masalah pembangunan perkotaan. Pada bulan Januari 2026, Warid berhasil lulus dari MPWK UGM dengan menyandang predikat Cumlaude.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat KBK Teknologi Bangunan, Program Studi Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gedongkiwo melaksanakan kegiatan Perencanaan Pariwisata Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan potensi wisata perkotaan berbasis Masyarakat dan budaya lokal melalui pendekatan perencanaan ruang dan arsitektur yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, rangkaian kegiatan meliputi pemetaan potensi wisata, observasi lingkungan permukiman, diskusi bersama warga dan instansi terkait, serta penyusunan konsep pengembangan pariwisata kawasan. Proses perencanaan ini melibatkan pengurus Pokdarwis, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Program Studi Arsitektur UGM. Kolaborasi ini menjadi ruang dialog antara masyarakat dan akademisi dalam merumuskan arah pengembangan wisata yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan lokal.
Inventarisasi dan dokumentasi merupakan bagian dari proses perencanaan kawasan pusaka dan menjadi dasar bagi pelestarian pusaka secara keseluruhan. Inventarisasi dan dokumentasi kawasan pusaka bertujuan untuk menghasilkan informasi pusaka yang ada di suatu kawasan, meliputi keberadaan pusaka dan dilengkapi deskripsi serta penilaian signifikansinya. Informasi pusaka yang telah disusun digunakan untuk mengambil keputusan dalam perencanaan.
Permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah bahwa masih banyak pusaka, baik alam, budaya, maupun saujana yang tidak terdokumentasi dengan baik atau bahkan belum terdokumentasi, sehingga banyak yang rusak dan bahkan hilang. Aset pusaka yang banyak dimiliki desa, termasuk desa-desa di Daerah Istimewa Yogyakarta juga menghadapi ancaman penurunan nilai-nilai keunggulannya karena kurangnya kepedulian masyarakat, dilupakan, dan banyaknya tekanan pembangunan yang dialami desa.
Suasana sejuk lereng Gunung Andong di Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, kini tak hanya menyuguhkan panorama indah khas pegunungan. Sejak beberapa tahun terakhir, kawasan ini juga menjadi laboratorium hidup bagi tim dosen Kelompok Keahlian Bidang Desain Arsitektur, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, yang konsisten mendampingi masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi wisata berbasis keberlanjutan. Program pengabdian yang telah berjalan sejak tahun 2022 ini kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
Prof. Ir. Bakti Setiawan M.A., Ph.D., yang akrab disapa Prof. Bobi, akademisi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, hadir sebagai narasumber dalam talkshow “Ruang-Ruang yang Menginspirasi” pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Studio RBTV Jogja, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Talkshow tersebut menjadi ruang diskusi publik mengenai isu penataan ruang dan pengembangan kawasan strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Diskusi diarahkan pada peran Satuan Ruang Strategis (SRS) dalam menjaga dan memperkuat keistimewaan DIY, salah satunya dari perspektif perencanaan wilayah. SRS diposisikan sebagai instrumen penting yang mengintegrasikan aspek filosofis, historis, adat, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan ruang. Pendekatan ini menegaskan pentingnya keselarasan antara nilai budaya dan kebutuhan pembangunan wilayah.
Pada Jumat, 26 September 2025, Program Studi Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “MateREALity: AutoConz 3D Construction Printing” sebagai bagian dari rangkaian MateREALity 2025/2026. Kegiatan ini dibagikan melalui Instagram dan ditampilkan pada akun resmi @architecture.ugm.
Sesi ini berfokus pada pengenalan dan eksplorasi teknologi pencetakan bangunan tiga dimensi (3D construction printing) sebagai inovasi dalam dunia konstruksi. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan DEKKSON, yang memperkenalkan teknologi AutoConz sebagai salah satu terobosan dalam metode konstruksi masa depan.

