Anyaman merupakan salah satu elemen arsitektural yang paling umum dan sudah lama digunakan sejak berabad-abad yang lalu di Indonesia. Biasanya, anyaman terbuat dari bambu dan disebut “gedhek” dalam bahasa Jawa, digunakan sebagai tembok atau partisi rumah tradisional. Kini, anyaman tidak hanya identik dengan rumah tradisional, tetapi juga dapat digunakan pada tipologi-tipologi lain seperti kafe, hotel, bandara, dan lain sebagainya dengan berbagai inovasi material menyesuaikan kesan atau fungsi tertentu yang ingin dicapai pada suatu bangunan. BYO Living, sebuah studio anyaman ternama asal Indonesia, berbagi wawasan mengenai anyaman melalui kelas MateREALity (Materialitas Arsitektur) kepada para mahasiswa bersama dua praktisi: David Hutama (Nenun Ruang) dan Rony Gunawan Sunaryo (rgA studio) pada Jumat, 16 Mei 2025 di Ruang K1 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Diskusi dipimpin oleh Mutiara Angel Simanjuntak, mahasiswi Program Studi Sarjana Arsitektur angkatan 2023 sebagai moderator.
SDGs 13

Yogyakarta, 30 Mei 2025 – Program Studi Sarjana PWK UGM hadir mengadakan agenda kuliah tamu pada 30 Mei 2025 dengan topik “Prinsip dan Implementasi Kota Tangguh dalam Perkembangan Kontemporer Kota melalui Perspektif Global”. Kuliah tamu dilaksanakan secara daring dan terbuka untuk masyarakat umum.
Kuliah tamu kali ini mengundang Nini Purwajati, Programs Lead and Head of Asia Pacific Engagement, Resilient Cities Network, sebagai narasumber untuk membagian pengetahuan dan pengalamannya terkait konsep Resilient City.

Yogyakarta, 27 Mei 2025 – Program Studi Sarjana PWK UGM hadir kembali dengan agenda kuliah tamu lainnya pada 27 Mei 2025 dengan topik “Learning from Co-Designing Public Space for Environmental and Social Benefit”. Kuliah dilaksanakan secara bauran dan terbuka untuk masyarakat umum.
Kuliah tamu kali ini menghadirkan Fildzah Husna Amalina, S.PWK., M.Sc., seorang Knowledge and Learning Specialist di Kota Kita Foundation sebagai narasumber.
Narasumber menekankan bagaimana pentingnya pengaruh masyarakat atau komunitas terhadap terbentuknya kota, contohnya melalui organisasi berbasis komunitas. Kota Kita Foundation menjadi salah satunya.
Cynthia Permata Dewi, mahasiswa Program Doktor Prodi Arsitektur DTAP FT UGM menorehkan prestasi dengan berhasil menyabet juara 2 dalam The Netherlands – Asia Pacific Student Short-Video Competition for Climate and Sustainable Development in Cities. Kompetisi tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Wubbo Ockels School for Energy and Climate, University of Groningen, Belanda, yang berfokus pada upaya kota-kota dalam menghadirkan solusi lokal guna menanggapi isu mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya. Kompetisi tersebut mendorong mahasiswa dari program sarjana, magister, maupun doktor untuk mengembangkan hasil penelitiannya dalam bentuk video pendek yang komunikatif agar dapat dijangkau oleh khalayak umum yang lebih luas.
Yogyakarta, 24 Mei 2025 — Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi dari China Center for Urban Development (CCUD) dalam rangka menjajaki potensi kerja sama di bidang pengembangan kota cerdas (smart city) dan pembangunan berkelanjutan.
Delegasi yang dipimpin oleh Liu Qiang (Wakil Direktur Jenderal CCUD) dan Zhao Fanfan (Direktur Kantor Ekonomi Digital, Divisi Pengembangan Cerdas dan Rendah Karbon) disambut langsung oleh Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng dan Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T. Dalam pertemuan yang berlangsung di Yogyakarta ini, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pendekatan-pendekatan strategis dalam merancang kota cerdas serta berbagai peluang kolaborasi akademik dan kebijakan ke depan.
Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch. selaku dosen Arsitektur Fakultas Teknik UGM sekaligus praktisi arsitek professional turut ambil bagian dalam Talk Series ARCH:ID 2025, pameran arsitektur tahunan yang dilaksanakan pada Minggu, 11 Mei 2025 di ICE BSD Tangerang. Dalam sesi yang berlangsung pada 14.30-15.30 WIB di Alun-alun 2 dengan tema “Design for Healing: Hospital & Healthcare Facility Design”, Pak Adi membagikan wawasan dan pengalamannya dalam merancang fasilitas kesehatan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Gelaran tersebut dihadiri berbagai praktisi, mahasiswa arsitektur, serta masyarakat umum dari berbagai daerah.
Pada tanggal 16–20 Mei 2025, mahasiswa Magister Rancang Kota angkatan ke-6 (2024 Gasal) melaksanakan kegiatan observasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari tahap co-creation tactical placemaking dalam mata kuliah Studio Eksplorasi Komprehensif. Kegiatan ini mengusung tema Perancangan Kawasan Rendah Emisi di Kawasan Pantai Sanur, di bawah bimbingan Dr. Ikaputra dan Prof. Bambang Hari Wibisono. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara WRI (World Resources Institute) Indonesia dan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Pada hari Jumat, 9 Mei 2025 Program Studi Arsitektur, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) menyambut kehadiran Ar. Budi Sumaatmadja di Kampus Bata Merah. Ar. Budi Sumaatmadja, selaku principal architect dari Anggara Architeam, diundang untuk hadir menjadi penguji tamu PPAr UGM sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Archilecture dengan judul ‘Architectural Inspiration for SDG’s.’
Kegiatan Ar. Budi Sumaatmadja di DTAP UGM dimulai dengan menguji hasil karya mahasiswa PPAr UGM di pagi hari. Tiap kelompok mahasiswa bergiliran mempresentasikan hasil karya mereka untuk Sayembara C40: Reinventing Cities. Proses pengujian dan pemberian review dilaksanakan di Ruang K5 DTAP serta dihadiri oleh kedua arsitek pembimbing Studio Profesional II: arsitek Rezza Rahdian, S.T. dan arsitek Widi Cahya Yudhanta, S.T., M.Sc., serta Dr. Eng. Alexander Rani Suryandono, S.T., M.Arch selaku Kaprodi PPAr UGM.
Memasuki pertengahan semester genap tahun ajaran 2024/2025, Studio Profesi II PPAr telah sukses menyelenggarakan agenda display pertama dalam rangka mempresentasikan hasil karya mahasiswa yang nantinya akan diikutkan pada Sayembara C40: Reinventing Cities. Display pertama yang dilaksanakan pada hari Senin, 14 April 2025 sekaligus menjadi penilaian Ujian Tengah Semester (UTS) para mahasiswa. Tiap grup mahasiswa mempresentasikan ide-ide mereka dalam mendesain Marconi District Student Housing.
Pada display kali ini, karya mahasiswa diuji oleh arsitek Rezza Rahdian, S.T. dan arsitek Widi Cahya Yudhanta, S.T., M.Sc. yang bertindak sekaligus sebagai pembimbing utama tiap regu dalam Studio Profesi II. Karya mahasiswa juga diuji oleh beberapa dosen DTAP lainnya; Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch. dan Dr. Eng. Alexander Rani Suryandono, S.T., M.Arch., di mana penilaian oleh Ir. Adi Utomo Hatmoko dilakukan pada hari Selasa, 22 April 2025.
Pada hari Jumat (21/3), Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., IPU. menjadi dosen tamu dalam kegiatan Development Studies Immersion Program (DSIP) yang berlangsung Departemen Teknik Arsitektur dan Perencaan (DTAP), UGM. Acara tersebut merupakan bagian dari program Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS) yakni course program bagi mahasiswa universitas di Australia untuk menimba ilmu di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Tri Mulyani memberikan kuliah pada empat delegasi mahasiswa dari University of Queensland dan University of Sydney yang berpartisipasi dalam program DSIP. Melalui presentasi berjudul “Sustainable Development and the Environment”, Dr. Tri Mulyani menjelaskan permasalahan pembangunan di Indonesia serta ancaman kondisi global seperti perubahan iklim dan bencana alam. Beliau menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang berkontribusi pada pengurangan kemiskinan (SDGs 1), perencanaan kota yang berkelanjutan dan berketahanan terhadap bencana (SDGs 11), serta strategi mitigasi perubahan iklim yang terintegrasi dalam berbagai sektor (SDGs 13). Kemudian, Dr. Tri Mulyani memaparkan potensi yang dimiliki Indonesia dalam upaya meningkatkan resilensi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta manajemen bencana melalui perencanaan spasial yang sesuai dengan tujuan SDGs. Lebih lanjut lagi, terdapat roadmap dan strategi yang telah dan akan dilakukan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang tahan bencana (disaster resilient).

